Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RPL. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Desember 2020

Contoh soal Data Mining Estimation, Prediction, Classification, Clulstering , Association

1. Peranan utama Data Mining

Estimation

Prediction

Classification

Clulstering

Association

 

2. Algoritma Estimasi : Algoritma estimasi mirip dengan algoritma klasifikasi, tapi variabel target adalah berupa bilangan numerik (

Algoritma Prediksi : Algoritma prediksi/forecasting saa dengan algoritma estimasi di mana label/target/class bertipe numerik, bedanya

Algoritma Klasifikasi :Klasifikasi adalah algoitma yang menggunakan data dengan target/class/label berupa nilai kategorikal (nominal)

Algoritma Klastering :

Klastering adalah pengelompokan data, hasil observasi dan kasus ke dalam class yang mirip

Suatu klaster

Klastering sering digunakan sebagai tahap awal dalam proses data mining, dengan hasil klaster yang terbenuk akan menjadi input dari algoritma berikutnya yang digunakan.

Algoritma Asosiasi

Algoritma association rule adalah algoritma yang menemukan atribut yang “muncul bersamaan”

Dalam dunia bisnis, sering disebut juga dengan affinity analysis atau market basket analysis

 

3. Estimasi mirip dengan algoritma klasifikasi, tapi variabel target adalah berupa bilangan numerik (kontinyu) dan bukan kategorikal (nominal atau diskrit). Estimasi nilai dari variabel target  ditentukan berdasarkan nilai dari varibel prediktor (atribut) Algoritma estimasi yang biasa digunakan adalah : Linear Regression, Neural Network, Support Vector Machine sedangkan Algoritma prediksi/forecasting saa dengan algoritma estimasi di mana label/target/class bertipe numerik, bedanya adalah data yang digunakan merupakan data rentet waktu (data time series).

 

4. Estimasi hampir sama dengan prediksi, kecuali variabel target estimasi lebih ke arah numerik dari pada ke arah kategori. Model dibangun menggunakan record lengkap yang menyediakan nilai dari variabel target sebagai nilai prediksi. Selanjutnya, pada peninjauan berikutnya estimasi nilai dari variabel target dibuat berdasarkan nilai variabel prediksi. Klasifikasi merupakan proses menemukan sebuah model atau fungsi yang mendeskripsikan dan membedakan data ke dalam kelas-kelas. 

 

5. Klasifikasi merupakan proses menemukan sebuah model atau fungsi yang mendeskripsikan dan membedakan data ke dalam kelas-kelas. Clustering merupakan pengelompokan data tanpa berdasarkan kelas data tertentu ke dalam kelas objek yang sama.

 

6. Clustering merupakan pengelompokan data tanpa berdasarkan kelas data tertentu ke dalam kelas objek yang sama. prediksi/forecasting saa dengan algoritma estimasi di mana label/target/class bertipe numerik, bedanya adalah data yang digunakan merupakan data rentet waktu (data time series).

 

7. Supervised learning biasanya bertujuan untuk prediksi, baik itu klasifikasi maupun numerik prediksi seperti regresi, ciri utamanya adalah variabel targetnya (yang akan diprediksi) sudah ada. Sementara unsupervised learning bertujuan untuk deskriptif atau mencari insight dari data, sebagai misal market basket analysis Dan clustering. Ciri utama adalah tidak adanya variabel target.

 

8. Proses utama Data Mining :

Input (Data)

Metode (Algoritma Data Mining)

Output (Pola/Model)

Evaluation (Akurasi, AUC, RMSE,dll) <-Tambahan

 

Output/Pola/Model/Knowledge :

Formula/Function (Rumus atau fungsi regresi)

Decision Tree (Pohon Keputusan)

Rule (Aturan)

Cluster

Selasa, 19 November 2019

Aplikasi Scalable Video Coding (SVC) Menggunakan Transmisi Jaringan Nirkabel Broadband




Dengan perkembangan jaringan nirkabel broadband dan meningkatnya permintaan informasi multimedia di internet, studi tentang transmisi streaming video telah menjadi topik hangat di saat ini. Melalui analisis tiga poin utama streaming transmisi media, dan dengan menggabungkan H.264 yang akan dating Algoritma Video Coding dan Kontrol Kemacetan yang dapat diukur pada mekanisme akumulasi, makalah ini menyajikan solusi untuk memberikan informasi streaming video kepada pengguna melalui 802.16 WiMAX (Worldwide Interoperabilitas untuk Microwave Access) jaringan akses nirkabel broadband. Simulasi menunjukkan itu skema ini menyediakan pemanfaatan akses nirkabel yang tinggi sistem. Lebih lanjut, ini mengalokasikan sumber daya jaringan untuk semua pengguna terminal dengan adil, menjaga throughput video dengan lancar, dan memastikan video terus menerus untuk pengguna. 

Kamis, 26 September 2019

Pengertian dan Penjelasan Mengenai Struktur Data



Struktur data adalah cara menyimpan atau merepresentasikan data didalam komputer agar bisa dipakai secara efisien. Sedangkan data adalah representasi dari fakta dunia nyata. Fakta atau keterangan tentang kenyataan yang disimpan, direkam atau direpresentasikan dalam bentuk tulisan, suara, gambar, sinyal atau simbol.
Pemakaian struktur data yang tepat didalam proses pemrograman akan menghasilkan algoritma yang lebih jelas dan tepat, sehingga menjadikan program secara keseluruhan lebih efisien dan sederhana.
Struktur data yang standar yang biasanya digunakan dibidang informatika adalah:
* List linier (Linked List) dan variasinya
* Multilist
* Stack (Tumpukan)
* Queue (Antrian)
* Tree ( Pohon)
* Graph ( Graf )

JENIS -JENIS STRUKTUR DATA
A.      Struktur Data Sederhana

1.    Array
Array adalah struktur data statik yang menyimpan sekumpulan elemen bertipe sama.
Setiap elemen diakses secara langsung melalui indeksnya. Indeks larik harus tipe data yang menyatakan keterurutan, misalnya: integer atau karakter. Banyaknya elemen larik harus sudah diketahui sebelum program dieksekusi. Tipe elemen larik dapat berupa tipe sederhana, tipe terstruktur atau tipe larik lain. Nama lain dari Array adalah Larik, tabel, atau vektor.

2.     Record
Record adalah kumpulan data yang terdiri dari beberapa field(isian) dengan berbagai macam tipe data.


A.      Struktur Data Majemuk


·         Linier.
1)      Stack(tumpukan)
Stack adalah list linier yang dikenali berupa elemen puncaknya(top), aturan penyisipan dan penghapusan elemennya tertentu (penyisipan selalu dilakukan "diatas"(top) dan penghapusan selalu dilakukan pada "top"). Karena aturan penyisipan dan penghapusan semacam itu, "top" adalah satu- satunya alamat tempat terjadinya operasi. Elemen yang paling akhir ditambahkan akan menjadi elemen yang akan dihapus. Data tersusun secara LIFO.
2)      Queue(antrian)
Queue adalah list linier yang dikenali berupa elemen pertama(head) dan elemen terakhir(tail), dimana aturan penyisipan dan penghapusan elemennya didefinisikan sebagai penyisipan selalu dilakukan setelah elemen terakhir, penghapusan selalu dilakukan pada elemen pertama dengan kondisi satu elemen dengan elemen lainnya dapat diakses melalui informasi "next".
3)      List dan Multi-List(Daftar)
List dan Multi-List adalah sekumpulan list linier yang dengan elemen yang bertype sama, yang memiliki keterurutan tertentu, yang setiap elemennya terdiri dari 2 bagian.


·         Non-Linier.
1)      Binary-Tree(Pohon biner)
Binary-Tree adalah himpunan terbatas yang mungkin kosong atau terdiri dari sebuah simpul yang disebut sebagai akar dan dua buah himpunan lain yang disjoint yang merupakan pohon biner yang disebut sebagai sub-pohon kiri(left) dan sub-pohon kanan(right) dari pohon biner tersebut.
Pohon biner merupakan type yang sangat penting dari struktur data dan banyak dijumpai dalam berbagai terapan. Karakteristik yang dimiliki oleh pohon biner adalah bahwa setiap simpul yang paling banyak hanya memiliki dua buah anak, dan mungkin tidak punya anak.
Istilah- istilah yang digunakan sama dengan istilah pada pohon secara umum.
2)      Graph(graf)
Graph  merupakan struktur data yang paling umum. Jika struktur linier memungkinkan pendefinisian keterhubungan sekuensial antar entitas data, struktur data tree memungkinkan pendefinisian keterhubungan hirarkis, maka struktur graph memungkinkan pendefinisian keterhubungan tak terbatas antara entitas data.Banyak entitas- entitas data dalam masalah- masalah nyata secara alamiah memiliki keterhubungan langsung(adjacency) secara tak terbatas.


Minggu, 27 Januari 2019

Struktur Dasar Algoritma


Untuk membuat algoritma digunakan tiga stuktur dasar, yaitu berurut (sequence), pemilihan (selection), dan pengulangan (repetition). Berikut akan diberikan penjelasan dari masingmasing struktur dasar.

a. Struktur Berurut
Terdiri atas satu aksi yang diikuti dengan aksi yang lain, dengan masing-masing aksi dikerjakan sesuai dengan letak urutanmasing-masing (lihat Gambar 2.2) Dalam bentuk pseudicode:
b. Struktur Pemilihan
Struktur pemilihan terdiri test kondisi yang diikuti dengan jalur bercabang, yaitu jalur Benar (True) dan jalur Salah (False). Kedua jalur tersebut akan bergabung kembali pada suatu titik tertentu. Jalur atau langkah yang dipilih tergantung pada nilai (hasil) test kondisi. Terdapat 3 (tiga) macam struktur pemilihan, yaitu:
1. Struktur pemilihan tunggal, yaitu aksi hanya akan dikerjakan apabila test kondisi menghasilkan nilai Benar. Untuk nilai test kondisi Salah, tidak ada aksi yang dikerjakan. Dalam bentuk pseudocode: IF kondisi THEN Aksi C
2. Struktur pemilihan ganda, yaitu terdapatnya 2 (dua) aksi berbeda yang akan dikerjakan tergantung pada nilai hasil test. Dengan demikian apapun nilai test kondisi akan menyebabkan dilaksanakannya aksi tertentu. Dalam bentuk pseudocode: IF kondisi THEN
Aksi D
ELSE
Aksi E

3. Struktur pemilihan majemuk, yaitu terdapat sejumlah aksi yang berbeda yang akan dikerjakan tergantung pada nilai test kondisi. Biasanya test kondisi berupa nilai suatu variabel. Dalam bentuk pseudocode:



c. Struktur Pengulangan
Terdiri atas suatu aksi atau sekumpulan aksi yang dikerjakan secara berulang. Terdapat 2 (dua) macam struktur pengulangan, yaitu:
1. WHILE DO Pengulangan akan dikerjakan selama suatu kondisi dipenuhi. Kondisi ditest sebelum pengulangan dikerjakan.
2. REPEAT UNTIL Pengulangan dikerjakan sampai suatu kondisi tertentu dicapai. Kondisi ditest sesudah pengulangan dikerjakan.
3. FOR DO Pengulangan dilakukan sesuai dengan nilai awal dan akhir yang ditentukan.

Penjelasan Singkat Tipe Data File



Seringkali pada program-program aplikasi untuk sistem informasi, data perlu disimpan untuk keperluan penegelolaan lebih lanjut. Bila data yang perlu disimpan mempunyai volume yang cukup besar, maka penggunaan variabel maupun larik sudah tidak tepat lagi, karena variabel dan larik menggunakan memori internal komputer, sehingga tidak cukup untuk menampungnya. Variabel dan larik hanya tepat digunakan untuk menyimpan data yang sedang digunakan untuk proses saja. Untuk menyimpan data dengan volume yang besar harus digunakan cara yang lain, yaitu dapat dengan menyimpannya di external memory yang relatif mempunyai kapasitas penyimpanan lebih besar daripada internal memory serta involatile (tidak hilang bila aliran listrik terputus, sehingga dapat menyimpan data lebih permanen).

Data yang ada di external memory disimpan dalam bentuk file. File ini dapat diibaratkan dengan map-map yang berisi dengan data di filling cabinet dan filling cabinet itu sendiri dapat diibaratkan sebagai simpanan luarnya. Seperti halnya filling cabinet yang dapat menyimpan beberapa map, demikian juga dengan disk dapat menyimpan beberapa file. Suatu file terdiri dari urutan komponen yang mempunyai tipe yang sama. Berbeda dengan larik yang jumlah komponennya sudah pasti, jumlah komponen dalam file sifatnya luwes, yaitu dapat ditambah dan dikurangi sewaktu-waktu. File terdiri atas sekumpulan record yang sejenis. Data di dalam file disimpan secara permanen atau tetap, yaitu di dalam media penyimpanan eksternal misalnya disket atau hardisk. Keuntungan penggunaan file ialah tersedianya data yang dapat digunakan untuk berbagai proses, dan berulangkali dibaca tanpa harus mengetikkan data setiap kali digunakan

Di dalam Pascal terdapat 3 (tiga) macam file, yaitu:
a. File bertipe Merupakan jenis file yang mengharuskan menyebut tipe komponen file sebelum dilakukan akses.
 b. File teks Merupakan file yang elemennya berupa baris. File teks dibuat dengan menggunakan editor teks.
c. File tak-bertipe Merupakan file yang diakses tanpa menyebutkan tipe file. File bertipe maupun file teks dapat diakses melalui file tak-bertipe.


Pengertian dan Dasar-Dasar Penulisan Algoritma



Algoritma adalah urutan langkah berhingga untuk memecahkan masalah logika atau matematika. Algoritma disebut juga dengan motode, teknik, atau prosedur. Algoritma berasal dari kata “algorism” yang dikenalkan oleh Abu Ja’far Muhammad Musa Al-Khowarizmi dalam bukunya yang berjudul Kitab Al Jabr Waal Muqobala (The Book of Restoration and Reduction).

Cara Penyajian
Algoritma merupakan pola piker terstruktur yang perlu digambarkan, dijelaskan, atau disajikan dengan menggunakan notasi-notasi yang tepat dan mudah dimengerti oleh pembacanya. Algoritma dapat disajikan dengan menggunakan banyak cara, diantaranya:
 a. Bahasa alamiah Penyajian algoritma dengan bahasa alamiah dilakukan dengan menyusun uraian kata yang menggunakan bahasa Inggris atau dengan bahasa lain, misalnya bahasa Indonesia. Algoritma dengan bahasa alamiah dapat ditulis dengan menggunakan huruf besar di awal kalimat dan selanjutnya dengan huruf kecil, atau dengan menggunakan huruf besar seluruhnya. Untuk memperjelas dapat ditambahkan nomor urut untuk setiap langkah yang ada. Karena menggunakan bahasa yang sehari-hari digunakan manusia, maka penyajian algoritma dengan bahasa alamiah dapat dipahami oleh pembaca yang belum memahami bahasa pemrograman, misalnya pemakai sistem.
b. Pseudocode (sandi semu) Penulisan sandi semu menggunakan simbol-simbol perintah yang mirip dengan yang menggunakan di dalam bahasa pemrograman. Pseudocode berasal dari kata pseudo yang berarti mirip atau menyerupai, dan code yang berarti program. Pseudocode ditulis dengan menggunakan huruf besar, sedangkan variabel atau komentar ditulis dengan menggunakan huruf kecil. Untuk memperjelas struktur algoritma, digunakan tabulasi yang berbeda untuk penulisan sandi semu yang berada dalam kalang (loop) atau struktur kondisional. Dengan penulisan sandi semu mirip dengan penulisan program, maka algoritma yang ditulis dengan sandi semu lebih tepat digunakan untuk mengkomunikasikan algoritma kepada pemrogram.
c. Bagan atau gambar Salah satu bagan yang digunakan untuk menyatakan algoritma ialahyang disebut dengan bagan alir (flowchart). Bagan alir terdiri atas sekumpulan gambar yang digunakan 10 menyatakan simbol-simbol tertentu. Simbol-simbol yang sering digunakan untuk pembuatan bagan alir diberikan



Ciri Penting Algoritma
a. Algoritma harus berhenti setelah mengerjakan sejumlah langkah terbatas. Atau dengan kata lain suatu algoritma mempunyai awal dan akhir dari proses.
b. Setiap langkah harus didefinisikan dengan tepat dan tidak berarti dua (ambigious).
c. Algoritma memiliki nol atau lebih masukan (input). Masukan berupa besaran yang diberikan sebelum algoritma mulai bekerja.
d. Algoritma memiliki satu atau lebih masukan (output). Keluaran merupakan hasil pelaksanaan suatu algoritma, yang mempunyai hubungan dengan masukan.
e. Algoritma harus efektif, yaitu setiap langkah harus sederhana sehingga dapat dikerjakan dalam sejumlah waktu yang masuk akal.
Algoritma disusun oleh sederetan langkah yang logis. Setiap langkah mengerjakan suatu tindakan (aksi) tertentu. Bila suatu aksi dilaksanakan, maka sejumlah operasi yang bersesuaian dengan aksi itu akan dikerjakan oleh pemroses. Jika sudah dalam bentuk program, maka sebagai pemroses ialah Unit Pemroses Utama.

Rabu, 21 November 2018

Pengertian CRM (Customer Relation Management)



CRM (Customer Relation Management) adalah keseluruhan proses dari membangun dan mempertahankan hubungan yang menguntungkan dengan pelanggan yaitu dengan memberikan nilai dan kepuasaan bagi pelanggan itu sendiri. Dimana terdiri dari aspek-aspek seperti: mendapatkan pelanggan baru, menjaga, dan membangun hubungan berkelanjutan dengan pelanggan.

Jika dilihat secara umum, CRM ini diaplikasikan untuk membantu aktivitas Marketing, Sales hingga Customer Service. Bisa dikatakan bahwa CRM digunakan sebagai media penghubung pada sebuah perusahaan menuju pelanggannya. Lewat channel atau link yang dikelola secara baik, Anda dapat mendengarkan keinginan dari pelanggan, keluhan pelanggan, dan mengenai tindakan kompetitor terhadap jasa atau produk yang kita tawarkan.

Tahapan-Tahapan Dalam Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM)
CRM terdiri atas beberapa fase dan tahapan seperti berikut ini :

Memperoleh Pelanggan Baru (Acquire)
Adapun untuk memperoleh pelanggan baru ini diperlukan beberapa cara :
  • Memberikan kenyamanan untuk pelanggan saat membeli produk tertentu yang dibutuhkan, seperti merespon keinginan pelanggan dengan cepat maupun ketepatan waktu proses pengiriman terhadap barang pesanan.
  • Melakukan promosi pada produk yang diperoleh perusahaan, dengan memberikan kesan awal yang baik untuk pelanggan, sebab sangat mempengaruhi penilaian terhadap perusahaan.
  • Tujuan tahapan ini yaitu untuk menawarkan produk dengan baik melalui pelayanan memuaskan pada pelanggan.

Menambah Nilai Pelanggan (Enchance)
Perusahaan harus bisa menciptakan hubungan erat bersama para pelanggannya melalui cara mendengarkan setiap keluhan pelanggan serta meningkatkan pelayanan. Adapun meningkatkan hubungan pada pelanggan sendiri bisa ditingkatkan melalui :
  • Up Selling, yaitu menawarkan produk yang sama namun memiliki kualitas lebih baik.
  • Cross selling, yaitu strategi penjualan dengan menawarkan produk pelengkap terhadap barang yang sudah dimiliki pelanggan


Mempertahankan Pelanggan (Retain)
  • Memberikan pelayanan serta aplikasi pendukung tertentu yang bermanfaat, dengan begitu hubungan dengan para pelanggan pun bisa tetap terjaga dengan baik.
  • Menyediakan waktu mendengarkan setiap kebutuhan pelanggan, seperti ketidakpuasan pelanggan akan produk yang ditawarkan oleh perusahaan. Dengan begitu bisa dimanfaatkan demi peningkatan pelayanan.

Oleh karena itu perlu dibuatnya sistem informasi CRM pada perusahaan untuk meningkatkan kualitas usaha dan memberi kepuasan terhadap pelanggan. penanganan hubungan antara perusahaan dengan pelanggannya, yang mana tujuannya untuk meningkatkan hubungan tiap pelanggan demi mencapai pertumbuhan yang sehat.

Selasa, 20 November 2018

Pengertian dan Penjelasan Algoritma dan Pemrograman


Pengertian dan Penjelasan Algoritma dan Pemrograman
  • Harus ada instruksi yang dimengerti oleh komputer
  • Komputer hanya terdiri dari rangkaian elektronik, karena itu hanya mengerti nilai 1 dan 0
  • Nilai 1 dan 0, dapat berupa rangkaian instruksi jika disusun dengan susunan yang sistematis dan masuk akal untuk menyelesaikan masalah tertentu
  • Susunan masuk akal dikenal dengan istilah urutan instruksi Bahasa yang dikenal oleh komputer.
  • Karena itu pasti komputer punya bahasa, dan kita harus membuat bahasa yang dimengerti oleh komputer.

Bahasa tersebut dikenal dengan istilah bahasa pemrograman.
Program komputer harus dibuat dengan urutan logika yang benar dan sesuai dengan masalah yang ingin diselesaikan.
– Algoritma : urutan-urutan logis dari suatu pernyataan untuk menyelesaikan kasus / masalah tertentu
– Pemrograman : proses penterjemahan algoritma kedalam Bahasa yang dimengerti oleh komputer.

Jenis Penulisan Logika Pemrograman
1. Bahasa Natural : digunakan untuk membuat algoritma yang komplek atau algoritma teknik.
– Contoh :
Buat kotak dengan sama sisi
Tentukan sisi dengan ukuran yang sama panjang
2. Pseudocode : susunan yang padat dan merupakan algoritma informal untuk deskripsi high-level dengan menggunakan struktur konvensi Bahasa pemrograman, tetapi dalam penulisan tidak memperhatikan pemakaian subrutin (prosedur) , deklarasi varabel dan kode sistem khusus.
3. Flowcharts (representasi}
grafik) : representasi algoritma dengan skema atau langkah proses yang ditunjukan dengan
berbagai macam bentuk dan dikaitkan dengan arah panah.

Bahasa Pemrograman dan Tingkatan
1. High-Level languages : menunjukan level abtraksi tertinggi dari bahasa mesin , bekerja dengan teknik usability, threads, locks, objects, variables, arrays dan aritmetik komplek atau ekspresi boolean.
2. Low-Level Languages : menunjukkan bahasa yang dekat dengan hardware, dikenal dengan bahasa asembly. Contoh :
fib: mov edx, [esp+8+1]
cmp edx, 0
ja @f

Tipe Data

  • Bilangan Integer (int)

Integer adalah tipe data berupa bilangan bulat, termasuk bilangan bulat negatif, nol ataupun bulat positif. Penggunaan tipe data integer biasanya digunakan untuk data yang akan dilakukan pengoprasian penjumlahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian. Ex: int a=11;
  • Bilangan real (float)

 Tipe data ini juga merupakan tipe data berupa bilangan, namun berbeda dengan tipe data integer, yang termasuk tipe data ini adalah bilangan rasional pecahan atau irrasional, atau bilangan yang disajikan dalam bentuk koma. Ex: float phi = 3.14, luas;
  • Karakter  (char)

Data karakter adalah data sebuah tipe data berupa digits, huruf atau simbol tunggal. Yang membedakan tipe data ini dengan tipe data lainnya adalah biasanya nilai tipe data ini diapit oleh tanda petik. Ex: char huruf = ‘Z’;
  • String

Tipe data string merupakan susunan dari satu atau lebih karakter. Biasanya untuk mendefinisikan tipe data string ini harus diberikan batasan maksimal berapa ukuran atau panjang maksimal string yang bisa dialokasikan. Ex: char nama.siswa = “Yukii”;
  • Boolean

 Boolean adalah tipe data yang digunakan untuk menyatakan status Benar(true) atau Salah (false) dari suatau variabel. Jadi hanya dua nilai pada tipe data ini yaitu Benar dan Salah. Ex: bool b 10 < 9 = false;

Sabtu, 17 November 2018

Contoh Soal Pemograma Dasar Materi Aritmatika, Algoritma, Array



Pemrograman Dasar Adalah adalah   bahasa / struktur pemrograman yang fungsi2nya dapat pula diterapkan di bahasa pemrograman lain.

1. Operator merupakan simbol yang biasa dilibatkan dalam program untuk melakukan suatu operasi atau manipulasi, berikut yang bukan merupakan penggunaan operator adalah …
a. Menjumlahkan dua nilai
b. Memberikan nilai ke duatu variabel
c. Mebandingkan kesamaan dua nilai
d. Menginputkan suatu nilai
e. Semua jawaban benar

2. Yang bukan termasuk Jenis operator yaitu …
a. Penugasan
b. Aritmatika
c. Hubungan
d. Logika
e. Penambahan

3. Operator Logika yang menyatakan “atau” dalam lambang berikut ini adalah …
a. &&
b. ||
c. !
d. <>
e. =

4. Hal – Hal yang harus diperhatikan dalam pemakaian fungsi scanf()
a. Memakai penentu format
b. Memberi pergantian baris secara otomatis
c. Tidak memerlukan penentu lebar field
d. Tidak boleh menggunakan spasi
e. Variabelnya harus menggunakan operator alamat

5. Yang termasuk tipe data untuk bilangan bulat adalah …
a. float
b. void
c. long
d. double
e. int

6. Fungsi yang berguna untuk menghapus buffer didalam I/O adalah …
a. flush(stdin);
b. fflush(sdin);
c. fflus(stdin);
d. fflush(stdin);
e. ffush(stdin);

7. Penggunaan aritmatika yang benar yaitu …
a. t=t+angka;
b. foat r,I,x,t=0;
c. while(i<=3);
d. for(x=1,x<=10,X++);
e. i++;


8. Fungsi yang bukan berguna untuk menampilkan data ke layar monitor …
a. printf()
b. puts()
c. putchar()
d. scanf()
e. bukan salah satu diatas

9. Urutan langkah-langkah logis untuk menyelesaikan masalah yang disusun secara sistematis disebut ….
a. Algoritma
b. Flowchart
c. Variabel
d. Tipe Data
e. Konstanta

10. Pemberian nama variabel yang benar adalah …
a. %nilai
b. nilai_mahasiswa
c. nama mahasiswa
d. &panjang
e. alamat!

11. Dalam Pemberian nama variabel karakter maksimal yang bisa digunakan sebanyak …
a. 8
b. 16
c. 32
d. 64
e. 128

12. Yang bukan termasuk dalam deklarasi Pada Turbo C adalah …
a. Fungsi
b. Variabel
c. Konstanta
d. Kepala Program
e. Variabel

13. Contoh Bentuk Deklarasi variabel bertipe char adalah …
a. int x;
b. #define nilai 50;
c. void main()
d. char panjang,a,huruf[10];
e. #include <stdio.h>

14. Berikut ini yang termasuk operator aritmatika yaitu ….
a. *
b. /
c. %
d. +
e. Semua benar


15. Yang bukan ketentuan dalam penggunaan perintah gets() yaitu …
a. Untuk data karakter
b. Diakhiri dengan penekanan tombol enter
c. Cursor akan pindah baris
d. Tidak memerlukan penentu format
e. Harus diawali dengan perintah scanf();

16. Jenis Operator yang disediakan oleh Turbo C adalah …
a. Jaritmatika
b. Perbandingan
c. Konstanta
d. Tetap
e. Variabel

17. Yang termasuk tipe data perbandingan adalah …
a. Penjumlahan
b. Pengurangan
c. Perkalian
d. Pembagian
e. kurang dari

18. Yang termasuk operator logika ingkaran adalah …
a. !
b. &&
c. <>
d. ||
e. >=

19. Operator untuk peningkatan nilai bertambah 1 termasuk dalam operator …
a. Unary
b. Aritmatika
c. Bitwise
d. Perbandingan
e. Hubungan

20. Yang termasuk contoh operator penugasan adalah …
a. A=A*Y;
b. 9 % 2 = 1;
c. Bil <= 100;
d. Bil1 ! 10;
e. 5 & 5;

Rabu, 14 November 2018

Pengertian Sistem Informasi Secara Umum


Sistem informasi mempunyai banyak pengertian, namun pada dasarnya mengarah pada dasar yang sama. Sistem merupakan kumpulan elemen-elemen yang saling terkait dan bekerjasama untuk proses masukan yang ditujukan kepada sistem tersebut dan mengolah masukan tersebut sampai menghasilkan kesimpulan yang diinginkan. Informasi merupakan hasil pengolahan data sehingga menjadi bantuk yang penting bagi penerimanya dan mempunyai kegunaan sebagai dasar dalam pengambilan keputusan yang dapat dirasakan akibatnya secara langsung saat itu juga atau secara tidak langsung pada saat mendatang. Dari pernyataan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa sistem informasi dapat didefinisikan sebagai suatu kegiatan prosedur-prosedur yang diorganisasikan, bilamana akan dieksekusi akan mendukung informasi atau pengambilan keputusan dan pengendalian didalam organisasi.

Sistem informasi terdiri dari komponen-komponen, sebagai berikut:

Input
Input adalah semua data yang dimasukkan didalam sistem informasi, seperti dokumen, formulir dan file.

Proses
Proses merupakan kumpulan prosedur yang akan memanipulasi input yang kemudian akan disimpan dalam basis data dan seterusnya akan diolah menjadi output yang akan digantikan oleh penerima.

Output
Output merupakan semua keluaran atau hasil dari model yang sudah diolah menjadi suatu sistem informasi yang berguna dan dapat dipakai oleh penerima. Komponen ini dapat berupa laporan-laporan yang dapat dibutuhkan oleh pemakai sistem untuk memantau sistem suatu organisasi.

Basis data
Basis data merupakan kumpulan data-data yang saling berhubungan dengan yang lain, yang disimpan dalam parangkat keras komputer dan akan diolah oleh parangkat lunak.

Kendali
Kendali dalam hal ini merupakan semua tindakan yang diambil untuk menjaga semua sistem informasi tersebut agar dapat berjalan dengan lancar dan tidak mengalami gangguan.

Teknologi
Teknologi merupakan komponen yang berfungsi untuk memasukkan input, mengolah input dan menghasilkan output. Teknologi meliputi 3 bagian yaitu perangkat keras, perangkat lunak, perangkat manusia



Contoh Ranah Tipe Data dalam Pemograman dasar


Tipe data sederhana adalah tipe data yang hanya memuat data tunggal saja. Yang termasuk tipe data ini adalah bilangan integer, bilangan real, karakter, string, dan Boolean.

Bilangan Integer (int)
Integer adalah tipe data berupa bilangan bulat, termasuk bilangan bulat negatif, nol ataupun bulat positif. Penggunaan tipe data integer biasanya digunakan untuk data yang akan dilakukan pengoprasian penjumlahan, pengurangan, pembagian, atau perkalian.

Bilangan real (float)
 Tipe data ini juga merupakan tipe data berupa bilangan, namun berbeda dengan tipe data integer, yang termasuk tipe data ini adalah bilangan rasional pecahan atau irrasional, atau bilangan yang disajikan dalam bentuk koma.

Karakter  (char)
Data karakter adalah data sebuah tipe data berupa digits, huruf atau simbol tunggal. Yang membedakan tipe data ini dengan tipe data lainnya adalah biasanya nilai tipe data ini diapit oleh tanda petik.

String
Tipe data string merupakan susunan dari satu atau lebih karakter. Biasanya untuk mendefinisikan tipe data string ini harus diberikan batasan maksimal berapa ukuran atau panjang maksimal string yang bisa dialokasikan.
Boolean
 Boolean adalah tipe data yang digunakan untuk menyatakan status Benar(true) atau Salah (false) dari suatau variabel. Jadi hanya dua nilai pada tipe data ini yaitu Benar dan Salah.

Contoh ranah tipe data :

Bilangan Integer (int)
int a=11;
int b=20;
int c= a +b ;
int d= a * 1 ;
int nilai = 95;
int bilangan = 10;
umur.siswa = 19;
bulan = 10;
tahun_ke = 2;
id_absensi_guru = 114422;
no_peserta = 23;

Bilangan real (float)
float a =11,3;
float phi = 3.14, luas;
float c = 2.2;
float p=3,14;
luas_lingkaran = 22/7;

Karakter  (char)
Char a = “1”;
JenisKelamin = “L”;
char jwb[2] = "B";
char IndeksNilai = 'A';

String
char nama.siswa = “Yukii”;
char NamaVariabel = “nilai”;
char nama = “sekolah”

Boolean (bool)
bool a=true;
bool b 10 < 9 = false;
bool log = false;
siswa.membayar_uang_kuliah = false;
status_pernikahan = false;